Langsung ke konten utama

Doa Dicukupkan Rizki & Dibebaskan Dari Hutang

📚DO’A AGAR DICUKUPKAN DENGAN RIZKI YANG HALAL ...DAN ....DIBEBASKAN DARI HUTANG YANG MENJERAT🌷

==============•••••••••••••••••==============

🍃Dari Ali Bin Thalib  , ....

suatu hari seorang budak yang hendak memerdekakan diri datang menemuinya seraya berkata : 

“Sungguh aku sudah tidak mampu lagi membayar uang tebusanku”.

Maka Ali Bin Thalib  berkata : 

“Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah kalimat (do’a) yang Rasulullah ajarkan kepadaku, seandainya engkau mempunyai tanggungan hutang sebanyak  gunung yang runtuh (berserakan) pasti Allah akan melunasinya darimu.

Bacalah :

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Allah jadikanlah aku merasa cukup dengan yang Engkau halalkan buatku dan janganlah aku tergiur dengan yang Engkau haramkan. Cukupkanlah aku dengan keutamaan dari-Mu dan tidak lagi mengharap dari selain-Mu” 

(HR. Tirmidzi, Al Hakim dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani)

Wallohu a'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelajaran Dari Kisah Ular & Gergaji

KISAH ULAR DAN GERGAJI Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapihkannya. Nah ketika ular itu masuk kesana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali. Serangan yang bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun lalu membelit dengan kuat gergaji itu. Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah, akhirnya ia pun mati binasa. Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya. Sahabat... Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka lebih parah sebenarnya adalah diri kita s...

Penghalal Pacuan Kuda

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id bahwa ia mendengar Sa'id bin Musayyab berkata, "Tidak mengapa pacuan kuda dilakukan apabila ada penghalalnya. Jika dia menang maka dia berhak mengambil taruhan, dan jika kalah maka dia tidak wajib membayar sesuatupun." HR. Malik

Menahan Diri Untuk Tidak Sholat Saat Haid

Telah mengabarkan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Hammad dari Yunus dari Al Hasan ia berkata: "Apabila seorang wanita yang sedang haid melihat darah segar (yang mengalir) sehari atau dua hari setelah ia mandi hadats, maka ia harus menahan (tidak mengerjakan) shalat selama sehari, kemudian setelah itu (ia menjadi) wanita yang mengalami istihadhah". HR. Darimi